Sabtu, 22 Oktober 2011

Rest In Peace


Rest  in Peace, Steve Jobs
Death is very likely the single best invention. It’s  life’s change agent . It clears out the old to make way For the new.
                Isyarat itu , rupanya tersirat lewat  produk teraru Apple , iPhone4s . begitu kabar meninggalnya  Steve Jobs , pendiri dan otak di balik berbagai produk monumental Apple, di San Francisco tersiar pada Rabu malam waktu setempat (5/10) segera saja orang penjuru di dunia lewat beragam piranti komunikasi mengasosiasikan iPhone 4S sebagai iPhone for Steve.
                Setidaknya itu mencerminkan kedukaan mendalam warga dunia atas kepergian pria yang oleh CNN disebut sebagai “Thomas Alva Edison Era Modern” itu. Pria berdarah Syria tersebut menghembuskan nafas terakhir dalam usia 56 tahun setelah berjuang  sejak 2004 melawan gerogotan kanker pancreas.
                Di halaman markas besar Apple di Cupertino, California, dipasang tiga bendera setengah tiang. Yakni bendera Amerika Serikat , bendera Negara bagian California, dan bendera Apple. Tampilan website resmi Apple pun  berubah menjadi obiari untuk sang pendiri yang genius yang oleh bayak pihak ditahbiskan sebagai “Nabi Teknologi” itu.
                Saat itu Jobs sudah menyadari umurnya tidak panjang lagi. Terbukti, dalam acara wisuda Stanford University pada 2005 dan dia menjadi salah seorang speaker , Jobs beberapa kali menyinggung tentang kematian .
“Mengingat bahwa saya segera meninggal, adalah hal paling penting untuk membantu saya membuat keputusan-keputusan besar dalam hidup” ucapnya. 

Leave a Reply